Seharian di Kota Naraijuku (Indonesian)

December 11th, 2016 by
Category: Information

Seharian di Kota Naraijuku
Hari ini saya bersama beberapa teman mengunjungi Kota Naraijuku.
null
Naraijuku adalah sebuah kota di pusat jalan Nakasendo tua, jalan di zaman Edo yang menghubungkan Kyoto dengan Tokyo. Salah satu kota paling makmur, terdapat bangunan-bangunan kayu sepanjang 1 km, “Narai dari ribuan rumah” adalah julukannya. Dua dari rumah tua dibuka untuk publik, dan yang lain telah menjadi restoran, penginapan, dan toko souvenir (banyak diantaranya merupakan kerajinan tangan kayu yang terkenal).
Bagi pecinta arsitektur kayu zaman Edo, Naraijuku akan membuat anda seakan-akan kembali ke zaman dahulu.
null
Kebetulan hari ini hujan seharian, kami bisa menikmati suasana hujan di Kota Naraijuku ini yang sangat khas, seperti masuk kedalam jaman edo yang tenang dengan suara tetesan hujan. Banyak orang Jepang suka mengunjungi Kota Naraijuku pada hari hujan untuk menikmati suasana ini.

null
Restoran kuno Tokuriya
Kami mengunjungi restoran kuno Tokuriya untuk mencicipi makanan khas kota ini `Goheimochi`. Goheimochi dibuat dari nasi, di panggang dan di oles berbagai jenis saus, dari saus yang terbuat dari miso, kecap dan sebagainya.
null
Konon, dulu restoran ini adalah rumah penginapan dan tidak sedikit penulis-penulis ternama jaman Edo kuno dulu yang menginap di sini

Chosenji
Chosenji merupakan salah satu kuil tertua di daerah Kota Naraijuku ini.
Awalnya di bangun pada jaman perang dulu, dan beberapa kali terbakar. Dan terakhir di bangun kembali pada awal Edo.
null
Di langit-langit kuil ini terdapat gambar Naga besar dan megah.
Konon, Naga ini bernama `Naga nangis` karena setiap kali pengunjung bertepuk tangan di bawah gambar naga ini, mata naga ini akan bergerak dan mengeluarkan suara.

Di Kuil ini anda bisa mencoba bermeditasi, bagi yang berminat jangan lupa kirim email ke sini ya untuk reservasi.
null
Selain bermeditasi, anda juga bisa mencoba melukis gambar Buddha. Melukis gambar Buddha ini bisa melatih kesabaran dan menenangkan diri, merupakan satu jenis meditasi juga lo. Bagi yang berminat jangan lupa kirim email ke sini ya untuk reservasi.
null

Bagi yang tidak punya banyak waktu dan tidak terbiasa memakai kuas, lebih baik pilih gambar yang mudah ya, biar bisa selesai dalam waktu dan di bawa balik ke Indonesia sebagai oleh-oleh.

MOTOYAMA-SHIKKITEN
null
MOTOYAMA-SHIKKITEN adalah toko kerajinan Japanese lacquer ware yang sangat terkenal di daerah Narai-juku ini.
Di sini kita bisa membuat souvenir sendiri atau beli berbagai macam produk Japanese lacquer ware dari sumpit-sumpit dengan hiyasan menarik, mangkuk, gelas wine, piring, sendok, garpu dan sebagainya sebagai oleh oleh.
null
Bagi yang tertarik membuat souvenir sendiri, jangan lupa reservasi di link ini ya. Sebaiknya di reservasi paling lambat 2 minggu sebelumnya ya.

Akses ke Naraijuku
Apabila anda datang dengan train(JR pass), Anda bisa datang ke stasiun Narai dari Tokyo, Nagoya dan Nagano. Stasiun Narai hanya beberapa menit jalan dari Narai-juku.

Dari Tokyo, Naik “Super Azusa( Limited Express) JR Chuo Line ke stasiun Shiojiri. Dari stasiun Shiojiri, Narai adalah stasiun ke 5 di Jr Chuohonsen Line. Lama perjalanan sekitar 2 jam dan 45 menit.
Dari stasiun Nagoya anda bisa naik “Wide View Shinano” (Limited Express) ke stasiun Kisofukushima di JR Chuo Line. Lama perjalanan sekitar 1 jam 25menit. Ganti kereta di stasiun Kisofukushima untuk menuju stasiun Narai. Ini adalah kereta lokal memakan waktu sekitar 30 menit.
Dari stasiun Nagano, anda perlu ganti kereta di stasiun Matsumoto atau stasiun Shiojiri.

.

Leave a Reply

(required)


*