Nagano’s Quiet Samurai Town(Indonesian)

July 2nd, 2016 by
Category: Information
http://www.go-nagano.net/wp-content/uploads/2016/07/Photo-2016-06-13-10-11-24-e1467594872884.jpg

Matsushiro merupakan kota kecil di provinsi Nagano. Dimana mempunyai sejarah kuno keturunan Sanada, keluarga samurai “ Sanada Maru.

Matsushiro merupakan kota kerajaan terbesar di daerah Shinano pada jaman Edo.
Sekarang area Matsushiro merupakan daerah belum berkembang dengan tinggalan kerajaan samurai dan suasana jaman Edo kuno.

Saya bersama beberapa teman mengunjungi Matsushiro untuk belajar lebih dalam mengenai sejarahnya, menikmati aktivitas budaya Jepang dan makanan lokalnya.

Pertama, kita mengunjungi Kastil Matsushiro,
Dimana Kastilnya telah di hancurkan dan ditanami pohon-pohon sakura, tetapi benteng luar dan pintu gerbang yang gagah masih berdiri dengan kokoh, sekarang banyak di gunakan sebagai tempat shooting film samurai.
Guide kita mengatakan pada musim semi (akhir Maret – awal April) menjadi taman penuh dengan bunga Sakura. Apabila anda memanjat fondasi batu-batu dari benteng kastil ini, anda bisa melihat pemandangan indah di sekeliling area ini.

http://www.go-nagano.net/wp-content/uploads/2016/07/Photo-2016-06-13-10-40-27-e1467594846851.jpg

Berikutnya, kita mengunjungi kediaman Sanada. Dimana merupakan kediaman dari pemimpin utama untuk beberapa generasi di Matsushiro. Kediaman ini masih sangat terawat karena keturunan keluarga Sanada masih tetap tinggal di sini sampai akhir abad 19. Pintu-pintu didekorasi dengan berbagai macam desain warna-warni yang sangat indah dan menarik. Kediaman ini terbagi 2 seksi, seksi pertama digunakan sebagai tempat rapat, perkumpulan orang-orang kebangsaan, seksi ke dua, merupakan tempat tinggal keluarga Sanada.
Bahkan tersedia dua pintu, pintu utama adalah pintu untuk bangsawan dan orang-orang penting, pintu kedua adalah pintu untuk orang biasa atau non-bangsawan.
Di tengah kediaman ini ada taman Jepang indah(nakaniwa), apabila anda datang pada cuaca cerah, anda bisa melihat berbagai macam tanaman indah khas jepang dengan latar belakang gunung-gunung tinggi menjulang langit.

http://www.go-nagano.net/wp-content/uploads/2016/07/Photo-2016-06-13-11-00-20-e1467594792107.jpg

Berikutnya kita mengunjungu sekolah ilmu dan samurai(Bunbugakko).
Bunbugakko didirikan untuk mendidik ilmu dan teknik Samurai kepada anak keturunan pemimpin Sanada generasi ke 8 bernama Yukitsura Sanada. Mereka bahkan mengadopsi ilmu dari Belanda dan ilmu Meriam barat, menjadi model dasar ajaran sekolah ini.
Ada 9 gedung di dalam sekolah ini, ada kelas kedokteran asing, Meriam yang diajari dengan karakter cina klasik, sejarah nasional, Kendo, Kyudo(panah Jepang) dan sebagainya.
Sekolah ini sangat di rawat sampai zaman sekarang dan terpilih menjadi salah satu tempat Sejarah Nasional.

http://www.go-nagano.net/wp-content/uploads/2016/07/P1014686-e1467716661752.jpg

Di sekolah ini kami mencoba Kyudo, Kyudo sangat beda dengan panah biasa, memerlukan latihan keras, tenaga kuat dan konsentrasi tinggi untuk bisa memanah tepat sasaran. Saya sangat menyarankan anda untuk mencoba Kyudo apabila anda mengunjungi Matsushiro. Merupakan pengalaman yang tidak terlupakan.
Kyudo hanya bisa di coba sampai akhir September, karena bangunannya akan direnovasi mulai awal Oktober 2016, jadi bagi anda yang tertarik, cepat kunjungi Matsushiro!

http://www.go-nagano.net/wp-content/uploads/2016/07/Photo-2016-06-13-12-26-17-e1467594821778.jpg

Untuk makan siang, kita mengunjungi Teramachi Shouka, dibuka tahun lalu setelah direnovasi. Merupakan rumah pedagang kuno. Restorannya sangat tenang dan beralas tatami khas jepang dengan taman khas Jepang yang sangat indah(Nakaniwa).
Kita menyicipi Oyaki dan makanan khas Matsushiro, Anzu Okawa ( nasi pulut dengan apricot. Mungkin sebagian dari anda merasa kombinasi ini agak aneh, tetapi setelah anda mencobanya, anda tidak akan pernah melupakan kelezatan makanan ini.

Setelah siap makan, kita mengunjungi beberapa gudang dalam kediaman ini, tersedia beberapa perabotan kerajinan dengan kayu lokal dan juga mangkuk dan cangkir buatan tangan khas Jepang.

http://www.go-nagano.net/wp-content/uploads/2016/07/Photo-2016-06-13-15-41-07-e1467716871116.jpg

Selanjutnya kita mengunjungi taman petik cherry sepuasnya . Terdapat 3 macam cherry, Sato, Saori, dan Benishuho. Kita bisa memakan Cherry sepuasnya dalam 30 menit. cherry picking tersedia dari pertengahan Juni sampai akhir Juni, pada pertengahan September sampai akhir Oktober ada petik anggur sepuasnya dan dari pertengahan September sampai awal November tersedia petik apel sepuasnya.

http://www.go-nagano.net/wp-content/uploads/2016/07/11692775_388630878012541_8453434738573311687_n-e1467717069126.jpg

Tempat terakhir yang kita kunjungi adalah Guest house khas Jepang bernama Guesthouse Hoteiya. Guest house ini di renovasi dari bekas toko sutra kuno. Kami berbicara dengan pemiliknya Mrs. Yamamoto, dia mengajak kita keliling guest housenya dan menjelaskan bahwa hamper semua kayu di rumah ini adalah bekas toko sutra berumur 120 tahun lebih.
Semua kamar di guest house ini mengunakan matras tatami dengan tempat makan berdekorasi kayu di tengahnya. Tersedia tempat shower, 2 toilet dan dapur bagi anda yang ingin membuat makanan sendiri.

Keuntungan dari menginap di tempat ini adalah pemiliknya mengenal betul area sekitar Matsushiro dan bisa membantu anda untuk mengatur jadwal perjalanan anda di Matsushiro

Leave a Reply

(required)


*